Saturday, September 26

Arti Kata Dalam Motif Batik Solo

Solo begitu terkenal dengan kerajinan batiknya. Dari batik yang memiliki motif sederhana hingga bermotif rumit pun telah mereka ciptakan. Tahukah anda setiap batik dan motifnya itu memiliki maknanya sendiri? Karena dalam perkembangan batik terkhusus batik solo yang terpengaruh dari kerajaan dan keraton pasti akan memiliki filosofi disetiap goresan dan warnanya. Oleh karena itu, dalam artikel ini kami akan membahas beberapa motif batik solo beserta penjelasan dari maknanya.

  1. Batik Solo Motif Truntum

Pertama disini akan melihat Motif Truntum ini pada orang tua pengantin di Solo. Berbeda dengan motif batik solo Sidomukti yang seringkali dipakai oleh pasangan pengantin, maka batik solo dengan motif truntum biasa dipakai oleh para orang tua pengantin. Dalam bahasa Indonesia, Kata Truntum dapat dimaknai sebagai penuntun, sehingga sebagai orang tua diharapkan selalu bisa dijadikan sebagai panutan, penuntun, maupun contoh yang baik bagi anaknya dalam mengarungi hidup baru nantinya. Motif Truntum ini sendri diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri dari Sunan Paku Buwana III) dan mempunyai  makna cinta yang tumbuh kembali. Beliau menciptakan motif ini sebagai salah satu wujud cinta yang tulus tanpa syarat, kekal, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum). Dengan harapan supaya kelak cinta kasih yang tumaruntum ini akan menghinggapi kedua mempelai.

  1. B. Batik Solo Motif Satrio Manah

Selanjutnya batik solo motif satrio manah biasa digunakan oleh wali pengantin pria saat melakukan prosesi lamaran / tunangan mempelai wanita Batik Solo Motif Satrio Manah merupakan motif batik yang seringkali dipakai oleh wali dari pengantin pria. Maknanya dari motif ini adalah supaya dalam lamarannya bisa diterima oleh pihak calon pengantin wanita beserta keluarganya. Sementara itu, motif satrio manah juga digunakan oleh wali pengantin pria, motif ini juga sering dipakai oleh para calon pengantin pria saat akan melamar. Seperti arti katanya, motif ini bisa diartikan sebagai seorang ksatria yang sedang membidik pasangannya dengan busur panahnya, sedangkan mempelai wanitanya akan memakai motif  batik berbeda yaitu dengan motif semen rante yang feminim.

Beli Baju Batik dan kain batik berkualitas dengan harga terjangkau di https://batik-s128.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *